Minggu, 07 Juli 2013

Policy Paper ( Formulasi dan Analisis Kebijakan )



SOAL UAS FORMULASI DAN ANALISIS KEBIJAKAN
1. Sifat Takehome-exam (dikerjakan di rumah) secara individual.
2. Waktu mengerjakan 7 hari sejak soal ini di publish di blog.
3. Jawaban diketik rapi pada kertas ukuran kwarto/A4 dengan jarak 1,5 spasi ,jenis font Times New Roman ukuran 12.
4. Jawaban paling sedikit terdiri atas 6 halaman.
5. Pengumpulan jawaban pada hari: Selasa tgl. 2 Juli 2013 jam 11 di ruang kuliah (R. Ushuluddin RMD1) dengan mengisi daftar hadir/absen UAS.

Soal.
Tulis sebuah Policy Paper (makalah kebijakan) dengan topik bebas (pilihan sendiri) dengan Catatan masalah  yang dipilih layak diangkat sebagai masalah publik.
Sistematika tulisannya terdiri atas :
Bab I.    Perumusan Masalah
              A. Analisis situasi
              B. Konseptualisasi Masalah
Bab II.   Identifikasi Alternatif Kebijakan
              A. Alternatif Kebijakan & Analisis proyeksi
Bab III.  Perangkingan Alternatif Kebijakan
              A. Kriteria efektifitas
              B. Kriteria ekonomi/efisiensi
              C. Kriteria politik
              D. Kriteria administrasi
Bab IV.   Penutup
               Pilihan Rekomendasi
Selamat mengerjakan!
Banggalah dengan hasil karyamu sendiri!  Sukses selalu!





BAB I
Perumusan Masalah

A.    Analisis situasi
Politik yang benar adalah politik tanpa ada money politik. Di masyarakat terutama di indonesia money politik dianggap sebagai budaya. Yang mana money politik selalu digunakan untuk pemilu entah pemilu apa saja memakai money politik. Seperti, pemilukades yang selalu di penuhi oleh money politik. Karena orang-orang yang didesa mudah sekali dipengaruhi dengan memberikan uang maka mereka akan memilih orang tersebut. Pemikiran orang desa adalah uang yang sekarang diterima bukan karena pemikiran jangka panjang yang menyangkut kelangsungan hidup. Akibatnya siapapun yang memberikan uang yang paling besar yaitu calon yang dipilih. Miris sekali melihat kasus tersebut, seperti oarang yang tak bisa diajak berkembang dengan pemikiran tetapi kemunduran dengan uang. Sekarang money politik menjadi hal yang biasa dilakukan dan bukan hal yang tabuh, sehingga benar-benar dibutuhkan pengarahan pengertian dari pemerintah atau pihak-pihak yang bersangkutan. Biasanya banyak oknum polisi atau apapun diberi uang itu sengaja untuk tutup mulut bila mengetahuinya. Apakah semurah itu hukum di indonesia? Miris sekali melihatnya. Dari rakyat smpai oknum pejabat tidak sadar diri.
B.     Konseptualisasi Masalah
Budaya politik uang dalam pemilihan kepala desa mengakibatkan ketidakadilan dan kecemburuan sosial. Setelah pengkajian permasalahan politik uang tersebut ditemukan masalah formal politik uang adalah  perilaku calon kepala desa dan tim suksesnya dalam melakukan aksinya dengan cara curang. Ketidak tegasan oknum pemerintah terutama pihak keamanan yang diantaranya polisi tidak bisa bertindak dengan merazia. Malah ikut menerima uang dari calon dan membiarkan money politik yang semakin tidak bisa dihindarkan. Apakah hukum bisa dibeli dengan uang? Hal ini harus benar-benar di fikirkan Sesuai dengan masalah formal kebijakan publik tersebut, tujuan dan sasaran kebijakan yang ingin dicapai adalah:
a.       masyarakat tau apa itu politik uang yang sudah menjadi kebiasaan dalam pemilihan kepaladesa
b.      mencegah adanya politik uang dalam pemilihan yang sudah jadi budaya mengurangai politik uang dalam pemilihan yang menjadi budaya




















BAB II
Identifikasi Alternatif Kebijakan

Alternatif Kebijakan & Analisis proyeksi
Dalam Alternatif Kebijakan terdapat Tahap Perumusan yaitu Untuk mengatasi masalah politik uang dalam pemilihan kepala desa . Dan mencapai tujuan kebijakan tersebut,diajukan alternatif kebijakan, yaitu:
a.       kebijakan pemerintah memperketat hukum
b.      kebijakan razia atau pemeriksaan pada calon kepaladesapemberian pengertian terhadap masyarakat.
c.       Pemberian pengertian kepada masyarakat.
Dan juga alternatif kebijakan harus memerlukan Penetapan Model Kebijakan. Seperti, model merupakan wujud penyederhanaan dari kenyataan permasalahan yang dihadapi dalam bentik hubungan kausal atau fungsional. Model ini dapat dituangkan dalam berbagai bentuk,namun yang sering digunakan adalah dalam skematik model,seperti flow chart dan arrow diagram, bisa pula dalam bentuk diagram causal loop. Model tersebut menggambarkan hubungan kausal berkaitan dengan alternatif kebijakan yang diusulkan untuk memecahkan masalah kebijakan yang telah dirumuskan.
Kemudian kita perlu melakukan penyusunan kriteria penilaian alternatif kebijakan. Alternatif kebijakan yang diusulkan perlu dipilih untuk memperoleh alternatif kebijakan yang paling visibel atau terbaik. Untuk menemukan alternatif kebijakan mana yang harus dipilih, perlu dilakukan penilaian yang dapat dilakukan manakala ditetapkan kriteria untuk melakukan penilaian.  Kriteria yang sering digunakan dalam memilih alternatif kebijakan adalah kriteria:
a.       Technical feasibility
b.      Economic and financial viability
c.       Political viability
d.      Administrative operability
BAB III
Perangkingan Alternatif Kebijakan
Berdasarkan kriteria penilaian alternatif tersebut, dapat dilakukan pengukuran terhadap alternatif kebijakan yang diusulkan. Untuk kasus tersebut dapat dilakukan pengukuran seperi tabel berikut ini :
No
Kriteria
Alternatif
A
B
C
1.
Technical feasibility
4
4
4
2.
Economic and financial viability
4
3
4
3.
Political viability
3
3
2
4.
Administrative operability
4
4
4
Jumlah
15
13
14
Rangking
I
III
II


Alternatif Kebijakannya adalah :
a.       kebijakan pemerintah memperketat hukum.
b.      kebijakan razia atau pemeriksaan pada calon kepaladesa.
c.       Pemberian pengertian kepada masyarakat apa itu money politik dan hukumnya.

Kriteria dan Alternative penilaian :
1.      Technical feasibility
a)      Dilihat dari keefektifan alternativ kebijakan ini sangat efektif dalam memberi hukuman terhadap oknum yang melakukan money politik.
b)      Dilihat dari keefektifan alternativ kebijakan ini Sangat efektif karena dengan kebijakan ini pihak keamanan dapat menangkap dan mengurangi oknum yang melakukan money politic.
c)      Dilihat dari keefektifan alternativ kebijakan Sangat Efektif agar masyarakat tau apa yang sebenrnya money politik dan hukumnya bila melakukan apa.
2.      Economic and financial viability
a)      Dilihat dari keefisien alternativ kebijakan ini sangat efisien karena dengan cara ini pemerintah tidak mengeluarkan biaya tambahan karena dalam aspek ini pihak yang bersangkutan hanya menjalankan tugas dengan benar dan tepat.
b)      Dilihat dari keefisien alternativ kebijakan ini Efisien karena aspek ini mengeluarkan biaya sedikit dalam pelaksanaannya.
c)      Dilihat dari keefisien alternativ kebijakan ini Sangat Efisien karena dalam aspek ini banyak mengeluarkan biaya untuk setiap tindakan sosialisasi masyarakat tetapi bisa memberi pengarahan tentang money politik.
3.      Political viability
a)      Dilihat dari aspek politik kebijakan ini bagus pelaksaannya karena kecocokan dan menjalankan dengan baik peraturan perundangan dan kebijakan.
b)      Dilihat dari aspek politik kebijakan ini sangat bagus pelaksanaannya sesuai dengan perundang-undangan kebijakan dan apa yang diharapkan oleh masyarakat, karena kebijakan ini dapat meminimalisir Money politic.
c)      Dilihat dari aspek politik kebijakan ini bagus karena memperlikatkan sebenarnya parpol kemasyarakat.
4.      Administrative operability
a)      Kebijakan ini Sangat mudah pelaksanaannya karena dengan menegakkan hukum maka orang-orang yang biasa melakukan menjadi jera dan taat kepada hukum.
b)      Kebijakan ini Mudah pelaksanaannya karena dengan banyak razia akan banyak pula oknum yang malakukan tertangkap dan tidak akan ada lagi yang melakukan.
c)      Kebijakan ini Cukup muda karena dengan metode sosialisai sebenarnya dapat menekan adanya money politic dalam pemilihan umum karena dengan seperti itu para masyarakat tau akan hukum dan arti money politik.

BAB IV
PENUTUP
Pilihan Rekomendasi
Berdasarkan hasil penilaian alternatif kebijakan tersebut,diperoleh nilai untuk kebijakan pemerintah memperketat hukum 15, Pemberian pengertian kepada masyarakat apa itu money politik dan hukumnya 14. kebijakan razia atau pemeriksaan pada calon kepala desa 13.
Berdasarkan analisis tersebut maka dapat disimpulkan dengan tindakan pertama yaitu memperketat hukum yang berlaku. Sehingga muda dalam memberikan masyarakat pengertian apa itu money politik dan hukumnya. Jika sudah ditegakkan hukumnya kan sudah ada contoh untuk orang-orang yang mau melakukannya akan berfikir lagi. Razia atau pemeriksaan para calon dan tim suksesnya dilakukan sering kali sehingga mempersempit ruang gerak calon dan tim suksesnya untuk melakukan money politik. Sebenarnya semua saling berkaitan akan lebih baiknya melakukan semuanya.

UAS Psikologi Dakwah



UJIAN AKHIR SEMESTER (TAKE HOME EXAM)
JAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT DENGAN SINGKAT DAN TEPAT!
1.      Berikan penjelasan tentang pentingnya psikologi dakwah dalam kajian ilmu dakwah!
2.      Berikan analisis terhadap keberadaan dai dan mad’u dengan menggunakan pendekatan psikologi!
3.      Berikan penjelasan tentang pendekatan psikologis dalam komunikasi dakwah!
4.      Berikan penjelasan tentang dakwah persuasif!
5.      Berikan satu contoh praktik dakwah dan lakukan analisis dengan teori dakwah persuasive


JAWABAN !!

1.       Islam adalah agama dakwah, agama menyebarluaskan kebenaran dan mengajak orang-orang yang belum mempercayainya untuk percaya menumbuhkan pengertian dan kesadaran agar umat islam mampu menjalani hidup sesuai dengan perintah di anggap sebagai tugas suci yang merupakan tugas setiap muslim. Dengan demikian setiap muslim berkewajiban untuk berdakwah. Dalam melaksanakan tugas dakwah seorang dai di hadapkan pada kenyataan bahwa individu individu yang akan di dakwahi memiliki keberagaman dalam berbagai hal, seperti pikiran-pikiran pengalaman kepribadian dan lain-lain. Keberagaman tersebut akan memberi corak yang berbeda pula dalam menerima dakwah (materi dakwah) dan menyikapinya karena itulah untuk mengefektifkan usaha dakwah seorang dai  di tuntut untuk memehami mad’u yang akan di hadapi. Denga kata lai seorang dai di tuntut menguasai studi psokologi yang mempelajari tantang  kejiwaan manusia sebagai individu maupun anggota masyarakat, baik pada fase perkembangan manusia, anak, remaja,dewasa, dan manula. Sehingga psikologi dakwah dalam penyebaran dakwah sangat penting karena psikologi dakwah dapat membantu dan memberikan pandangan kepada para dai tentang pola dan tingkah laku para mad’u dan hal-hal yang mempengarhi tingkah laku tersebut yang berkaitan dengan aspek kejiwaan (psikis) sehingga mempermudah para dai untuk mengajak mereka kepada apa yang di kehendaki ajaran islam.

2.       Keberadaan Da’i dan Mad’u dalam pendekatan psikologi dakwah
a.       Dalam pendekatan Psikoanalis
Dalam psikologi yang melukiskan manusia sebagail makhluk yang digerakkan oleh keinginan-keinginan yang terpendam. Dalam proses dakwah, da’i mempunyai keinginan untuk menyebarkan agama islam dan mad’u ingin mengetahui dan belajar lebih dalam tentang agama islam. Keberadaan antara keduanya saling berhubungan untuk proses dakwah. Tidak ada salah satunya proses dakwah tidak bisa diteruskan.
b.      Pendekatan Behaviorisme
Dalam psikologi yang melukiskan manusia sebagai makhluk yang digerakkan oleh lingkungan. Semua yang dilakukan da’i maupun mad’u atas dorongan atau pengaruh lingkungan seperti halnya menjadi da’i yang baik bisa terbentuk dari lingkungan kelurganya yang sejak kecil di pondok hal itu mengakibatkan stimulus-stimulis positif ada dan merangsang untuk melakukan dakwah. Kalau mad’u seperti halnya seorang santri lingkungannya sangat mendukung kegiatan dakwah dan belajar agama islam karena mereka mempunyai landasan dan keimanan dan menjadikan seorang mad’u mengambil apa yang mereka liat, dengar dan pelajari dari seorang da’i dan menerapkan kedalam kehidupannya. Bukan hanya seorang santri orang awampun juga biasa. Karena semua yang dilakukan manusia akan dipengaruhi lingkungannya.
c.       Pendekatan Kognitif
Psikologi yang melihat manusia sebagai makhluk yang aktif mengorganisasi dan mengolah stimuli yang diterimanya. Dalam berdakwah da’i mempunyai cara menyampaikan materi dakwah dengan cara berbeda-beda, maka dari itu pemilihan cara yang tepat akan menjadikan da’i tersebut sukses dalam berdakwahnya. Ilmu yang disebarkannyapun tidak saja hilang seiringnya waktu tapi akan terus dipegang oleh mad’u. Dengan seprti itu mad’u bisa mengelolah apa yang mereka dapat dari da’i dengan menerapkan kepada kehidupan ambil yang baik buang yang buruk.
d.      Pendekatan humanistik
Menggambarkan manusia sebagai pelaku aktif dalam merumuskan strategi transak-sional dalam lingkungannya. Aktif dalam berdakwah dan belajar metode apa yang cocok digunakan seorang da’i. Dengan begitu da’i bisa melihat ketika berada didalam lingkungan yang berbeda dan metode apa yang digunakannya sehingga mad’u dapat mengambil dan mengerti apa yang disampaikan. Da’i harus masuk didalam lingkungan mad’u ketika berdakwah dengan cara tersebut maka mad’u dengan mudah dan percaya da’i selain itu akan membawa dampak positif dalam kehidupan mad’u.

3.      Dalam ajaran islam komunikasi mendapat tekanan yang cukup kuat bagi manusia sebagai anggota masyarakat dan sebagai mahluk Tuhan. Dalam interaksi antara Da’i dan Mad’u, da’i dapat menyampaikan pesan-pesan dakwah (materi dakwah) melalui alat atau sarana komunikasi yang ada. Komunikasi dalam proses dakwah tidak hanya di tujukan untuk memberikan pengertian, mempengaruhi sikap, membina hubungan sosial yang baik, tapi tujuan terpenting dalam komunikasi adalah mendorong Mad’u untuk bertindak melaksanakan ajaran-ajaran agama terlebih dahulu memberikan pengertian, mempengaruhi sikap, dan membina hubungan baik. Proses bagaimana mad’u menerima informasi mengolahnya, menyimpan dan menghasilkan informasi dalam psikologi komunikasi. Proses ini meliputi sensasi, presepsi, memori dan berpikir.
a.       Sensasi
Dalam psikologi komunikasi sensasi berarti proses menangkap stimulus. Fungsi indra yang menerima informasi dari lingkungan sangat penting. Melalui alat indra manusia dapat memahami kualitas fisik lingkungannya. Lebih dari itu melalui alat indralah manusia memperoleh pengetahuan dan semua kemampuan untuk berinteraksi dengan dunianya. Dalam kegiatan dakwah ketika seorang da’i tampil ke mimbar maka stimuli yang ditangkap mad’u pada awalnya adalah sosok tubuhnya kemudian setelah berpidato mad’u menangkap stimuli suaranya dan seterusnya.
b.      Presepsi
Presepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa dan hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Faktor yang besar pengaruhnya dalam mempresepsi sesuatu adalah perhatian konsep fungsional dan konsep struktural.
c.       Memori
Apa yang ditangkap pancaindra (sensasi) kemudian diubah menjadi informasi (presepsi) selanjutnya di simpaan di dalam memori (ingatan). Dengan demikian memori adalah suatu sistem yang sangat berstruktur yang menyebabkan organisme sanggup merekam faktor tentang dakwah.
d.      Berpikir
Berpikir seseorang melibatkan sensasi, presepsi dan memori sekaligus. Dalam kehidupan berpikir diperlukan untuk memecahkan persoalan, untuk mengambil keputusan dan untuk memecahkan persoalan untuk mengambil keputusan dan untuk melahirkan sesuatu yang baru.

4.      Dakwah persuasif adalah upaya merealisasikan ajaran islam dalam segala lapangan kehidupan manusia, baik dengan dakwah bil lisan (pidato,khutbah, dan lain-lain), ataupun memanfaatkan teknologi cetak. Dakwah persuasif dapat diberi batasan sebagai upaya menyebarkan agama islam dengan melihat latar belakang kehidupan mad’u dalam segi psikologinya, sosiologinya, sosial ataupun budaya serta kerangka ideologi politiknya, sehingga sikap dan tingkah lakunya diarahkan sesuai dengan ajaran islam. Atau  dilihat  dari multikonteks kehidupan oleh obyek dakwahnya. karenanya dakwah persuasif merupakan dakwah aplikatif.

5.                  Dakwah lewat radio Suara Giri FM dengan nama program Mutiara Fajar yang dibawakan KH. Abdullah Dzubaidi Rahman setiap hari pukul 05.00 – 06.00 pagi. Dalam ceramahnya beliau banyak berinteraksi dengan mad’u dengan menjawab telepon interaktif dan menjawabnya, memberi solusi atas permasalahan. Setiap hari topiknyapun berbeda-beda, ada salah satu topik yaitu keluarga sakinah dimana topik tersebut menarik untuk diikuti. Karena audiens suara giri rata-rata bapak-bapak dan ibu-ibu, mungkin dengan adanya acara ini dapat membentuk banyak keluarga sakinah. Dalam pendekatan dakwah persuasif dengan memperhatikan kebutuhan dasar manusia maka akan balance jika mengkaji teknik persuasif.

Teknik persuasif Cognitive Dissonance di dalam teknik ini mengambil gejala-gejala hidup dari manusia. Di mana manusia sering perilakunya tidak sesuai dengan pendapat serta sikapnya atau apa yang dilakukannya sering bertentangan dengan keyakinan atau hati nurani. Dengan muda da’i seakan-akan membenarkan perilakunya yang kurang tepat walaupun nuraninya tidak sependapat.
Dalam proses dakwah ini juga menggunakan teknik Emphaty yaitu seseorang memproyeksikan perasaannya dan emosinya kedalam objek pengalaman. Dengan cara ini da’i mampu menempatkan diri dan mengerti apa yang mad’u rasakan. Sehingga da’i bisa mengetahui lebih dalam keadaan mad’u kemudian da’i bisa memberikan solusi dengan mendekatkan diri kepada Allah.
Biasanya juga da’i menggunakan teknik Asosiasi penyampaian sesuatu gagasan dengan jalan menempelkan atau menggabungkan dengan objek yang sedang aktual dan menarik. Dengan menggunakan teknik ini da’i akan berkembang dan tidak ketinggalan zaman, sehingga mad’u lebih mengerti apa yang disampaikan mad’u juga akan banyak mendapat ilmu.






















DAFTAR PUSTAKA



Arifin, M, 1990, Psikologi Dakwah, Jakarta : Bumi Aksara.
Faizah, dan Lalu Muchsin Effendi, 2006, Psikologi Dakwah, Jakarta : Rahmat Semesta.
Jumantoro, Totok, Psikologi Dakwah dengan aspek-aspek kejiwaan yang Qur’ani, Wonosobo : Amzah.