Nama : Firda Tara Divasari
NIM : B04210005
Semester/kelas : 5/Lembaga D1.01
Soal
UAS Perilaku Organisasi
1.
Diskripsikan bagaimana peran
masing-masing individu (dalam kelompok) norma yang disepakati gaya kepemimpinan
dan hubungannya dengan kekuasaan dalam mempengaruhi perilaku pekerja !!
Jawaban !!
Pelibatan dan partisipasi anggota {individu} dalam organisasi menjadi
menjadi lebih penting ketika organisasi tersebut memulai suatu fungsi karena
tanpa keterlibatanya kegunaan atau fungsional organisasi tersebut tidak akan
berjalan sebagaimana mestinya.
Keterlibatan dan partisipasi juga cenderung menghasilkan suatu kinerja,
pola kegiatan serta hasil dari keterlibatan seluruh unsur manusia dalam
organisasi akan menghasilkan suatu fungsi dalam organisasi.
Masing–masing dari individu tersebut di dalam suatu organisasi mempunyai
peran yang beragam dan mempunyai keterikatan terhadap suatu wadah, yaitu
organisasi. Individu merupakan komponen vital dalam suatu organisasi tetapi
tidak efisien jika “individu” ingin mencapai suatu tujuan dasar organisasi.
Karena individu tidak mempunyai struktur dan sistem untuk mencapai suatu tujuan
organisasi.
Orang-orang yang berada pada puncak pimpinan suatu organisasi seperti
manajer, direktur, kepala dan sebagainya, memiliki kekuasaan power dalam
konteks mempengaruhi perilaku orang-orang yang secara stuktural organisator
berada di bawahnya. Sebagai pimpinan menggunakan kekuasaan dengan efektif,
sehingga mampu menumbuhkan motivasi bawahan untuk bekerja dan melaksanakan
tugas dengan lebih baik. Namun sebagian pimpinan lainnya tidak mampu memakai
kekuasaan dengan efektif sehingga aktivitas untuk melaksanakan pekerjaan dan
tugas tidak dapat dilakukan dengan baik.
Seseorang yang memiliki
tingkat kepuasan kerja yang tinggi akan berdampak positif terhadap
pekerjaannya, sedang yang tidak puas akan berdampak negatif terhadap pekerjaan
tersebut
Scott dan Mitchell mengatakan bahwa kekuasaan hampir selalu berkaitan
dengan praktik-praktik seperti pengguna rangsangan (intensif) dan paksaan guna
mengamankan tindakan menuju tujuan yang telah ditetapkan. Seharusnya
orang-orang yang berada di puncak pimpinan, mengupayakan untuk sedikit
menggunakan intensif dan kersif. Sebab
cara alamiah cara yang paling efisien dan ekonomis supaya bawahan secara sukarela dan patuh untuk melaksanakan
pekerjaan adalah dengan cara mempersuasi mereka. Cara-cara koersif dan insemtif
ini selalu lebih mahal dibandingkan jika karyawan secara spontan temotivasi
untuk mmencapai tujuan organisasi yang mereka pahami berasal dari kewenangan
yang sah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar