Minggu, 30 Desember 2012

UAS perilaku organisasi



Nama               : Firda Tara Divasari
NIM                : B04210005
Semester/kelas : 5/Lembaga D1.01

Soal UAS Perilaku Organisasi
1.      Diskripsikan bagaimana peran masing-masing individu (dalam kelompok) norma yang disepakati gaya kepemimpinan dan hubungannya dengan kekuasaan dalam mempengaruhi perilaku pekerja !!

Jawaban !!

Pelibatan dan partisipasi anggota {individu} dalam organisasi menjadi menjadi lebih penting ketika organisasi tersebut memulai suatu fungsi karena tanpa keterlibatanya kegunaan atau fungsional organisasi tersebut tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.
Keterlibatan dan partisipasi juga cenderung menghasilkan suatu kinerja, pola kegiatan serta hasil dari keterlibatan seluruh unsur manusia dalam organisasi akan menghasilkan suatu fungsi dalam organisasi.
Masing–masing dari individu tersebut di dalam suatu organisasi mempunyai peran yang beragam dan mempunyai keterikatan terhadap suatu wadah, yaitu organisasi. Individu merupakan komponen vital dalam suatu organisasi tetapi tidak efisien jika “individu” ingin mencapai suatu tujuan dasar organisasi. Karena individu tidak mempunyai struktur dan sistem untuk mencapai suatu tujuan organisasi.
Orang-orang yang berada pada puncak pimpinan suatu organisasi seperti manajer, direktur, kepala dan sebagainya, memiliki kekuasaan power dalam konteks mempengaruhi perilaku orang-orang yang secara stuktural organisator berada di bawahnya. Sebagai pimpinan menggunakan kekuasaan dengan efektif, sehingga mampu menumbuhkan motivasi bawahan untuk bekerja dan melaksanakan tugas dengan lebih baik. Namun sebagian pimpinan lainnya tidak mampu memakai kekuasaan dengan efektif sehingga aktivitas untuk melaksanakan pekerjaan dan tugas tidak dapat dilakukan dengan baik.
Seseorang yang memiliki tingkat kepuasan kerja yang tinggi akan berdampak positif terhadap pekerjaannya, sedang yang tidak puas akan berdampak negatif terhadap pekerjaan tersebut
Scott dan Mitchell mengatakan bahwa kekuasaan hampir selalu berkaitan dengan praktik-praktik seperti pengguna rangsangan (intensif) dan paksaan guna mengamankan tindakan menuju tujuan yang telah ditetapkan. Seharusnya orang-orang yang berada di puncak pimpinan, mengupayakan untuk sedikit menggunakan intensif  dan kersif. Sebab cara alamiah cara yang paling efisien dan ekonomis supaya bawahan secara  sukarela dan patuh untuk melaksanakan pekerjaan adalah dengan cara mempersuasi mereka. Cara-cara koersif dan insemtif ini selalu lebih mahal dibandingkan jika karyawan secara spontan temotivasi untuk mmencapai tujuan organisasi yang mereka pahami berasal dari kewenangan yang sah.

Prestasi kerja merupakan tuntutan yang harus dipenuhi oleh setiap pekerjaan. Hal ini merupakan satu cermin kualitas seorang pekerja. Semakin bagus prestasi kerja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar