1.
Perilaku
organisasi
Perilaku
organisasi adalah telaah dan penerapan pengetahuantentang bagaimana orang-orang
bertindak didalam organisasi. Perilaku organisasi dapat diterapkan secara luas
dalam perilaku orang-orang disemua jenis organisasi seperti bisnis,
pemerintahan, sekolah, dan organisasi jasa. Apapun organisasinya pasti
membutuhkan suatu perilaku organisasi[1].
2.
Tujuan
memahami prilaku organisasi
Setiap disiplin ilmu pasti memiliki
tujuan. Begitu juga halnya dengan disiplin ilmu perilaku organisasi. Menurut
nimran (1996), tujuan memahami prilaku organisasi adalah sebagai berikut.
1. Prediksi
Nimran mengungkapkan keteraturan
perilaku dalam organisasi memberikan kemungkinan kepada kita untuk melakukan
prediksi atas prilaku-prilaku anggota organisasi pada masa yang akan datang.
2. Eksplanasi
Tujuan kedua mempelajari perilaku
organisasi adalah menjelaskan berbagai peristiwa yang terjadi dalam organisasi.
Eksplanasi berarti kita akan berusaha menjawab pertanyaan “mengapa” suatu
peristiwa terjadi, mengapa karyawan malas, mengapa kinerja karyawan rendah,
mengapa tingkat absensi tinggi, mengapa produksi menurun, mengapa si A marah,
mengapa si B murung, mengapa si C tidak bergairah? Dengan mempelajari perilaku
organisasional, kita mencoba menjelaskan (memberikan jawaban) atas
pertanyaan-pertanyaan seperti itu.
3. Pengendalian
Tujuan ketiga mempelajari prilaku
organisasi adalah pengendalian. Semakin banyak prilaku individu atau kelompok dalam
organisasi yang dapat diprediksi dengan tepat dan dapat dijelaskan dengan baik,
pemimpin organisasi semakin mudah dalam melakukan fungsi pengendalian atas
karyawannya sehingga perilaku individu maupun kelompok akan menjadi positif dan
focus pada pencapaian tujuan. Disisi lain, perilaku yang destruktif, bisa
dihindari atau dicegah[2].
3.
Ruang
lingkup perilaku organisasi
Perilaku Organisasi, sesungguhnya terbentuk dari
perilaku-perilaku individu yang terdapat dalam organisasi tersebut. Oleh karena
itu – sebagaimana telah disinggung diatas – pengkajian masalah perilaku
organisasi jelas akan meliputi atau menyangkut pembahasan mengenai perilaku
individu. Dengan demikian dapat dilihat bahwa ruang lingkup kajian ilmu
perilaku organisasi hanya terbatas pada dimensi internal dari suatu organisasi.
Dalam kaitan ini, aspek-aspek yang menjadi unsur-unsur, komponen atau sub
sistem dari ilmu perilaku organisasi antara lain adalah : motivasi,
kepemimpinan, stres dan atau konflik, pembinaan karir, masalah sistem imbalan,
hubungan komunikasi, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, produktivitas
dan atau kinerja (performance), kepuasan, pembinaan dan pengembangan
organisasi (organizational development), dan sebagainya.
Sementara itu aspek-aspek yang merupakan dimensi eksternal
organisasi seperti faktor ekonomi, politik, sosial, perkembangan teknologi,
kependudukan dan sebagainya, menjadi kajian dari ilmu manajemen strategik (strategic
management). Jadi, meskipun faktor eksternal ini juga memiliki pengaruh
yang sangat besar terhadap keberhasilan organisasi dalam mewujudkan visi dan
misinya, namun tidak akan dibahas dalam konteks ilmu perilaku organisasi.
Oleh karena itu perilaku organisasi juga mempunya
keterkaitan terhadap beberapa disiplin ilmu seperti:
1. Psikologi
Psikolgi
merupakan ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur, menjelaskan, dan
kadang-kadang mengubah perilaku manusia. Para psikolog memfokuskan diri dalam
mempelajari dan berupaya memahami perilaku individual. Mereka yang telah
menyumbangkan dan terus menambah pengetahuan tentang OB adalah teoretikus pembelajaran,
teoretikus kepribadian, psikologi konseling, dan yang terpenting adalah
psikolog industrial dan organisasi.
Para
psikolog industry dan organisasi awal memfokuskan diri untuk mempelajari
masalah kelemahan, kebosanan, dan faktor-faktor lain yang relevan dengan
kondisi kerja yang dapat menghalangi efisiensi kinerja kerja. Sumbangan mereka
telah meluas mencakup pembelajaran, persepsi, kepribadianm emosi, pelatihan,
efektifitas kepemimpinan, kebutuhan dan kekuatan-kekuatan motivator, kepuasan
kerja, proses pengambilan keputusan, penilaian kerja, pengukuran sikap, teknik
seleksi karyawan, desain pekerjaan, dan stress kerja.
2. Sosiologi
Bila
psikolog memfokuskan perhatiannya pada individu, para sosiolog mempelajari system
sosial tempat individu-individu mengisi peran-peran mereka. Oleh karena itu,
sosiologi mempelajari hubungan manusia dengan sesamanya. Secara khsus sosiolog
telah memberikan sumbangan terbesar terhadap OB melalui penelitian mereka
terhadap perilaku kelompok dalam organisasi, terutama organisasi formal dan
rumit. Sebagian bidang dalam OB yang menerima masukan berharga dari para
sosiolog adalah dinamika kelompok, desain tim kerja, budaya organisasi, teori
dan struktur organisasi formal, teknologi organisasi komunikasi, kekuasaan, dan
konflik.
3. Psikologi Sosial
Psikologi sosial adalah suatu bidang
dalam psikologi yang memadukan konsep-konsep, baik dari psikologi maupun
sosiologi. Psikologi sosial memfokuskan pada pengaruh seseorang terhadap yang
lain. Salah satu bidang utama yang banyak diteliti oleh psikologi sosisal
adalah perubahan bagaimana mengimplementasikannya dan bagaimana mengurangi
hambatan terhadap penerimaannya. Disamping itu, kita mendapati para psikologi
sosial memberikan sumbangan signifikan dalam bidang-bidang pengukuran,
pemahaman dan perubahan sikap, pola komunikasim, pembangunan kepercayaan, cara
kegiatan kelompok merumuskan kebutuhan individu, dan proses-proses pengambilan
keputusan kelompok.
4. Antropologi
Antropologi adalah studi tentang
masyarakat untuk mempelajari manusia dan kegiatannya. Misalnya karya
antropologi tentang budaya dan lingkungan telah membantu kita memahami
perbedaan-perbedaan nilai fundamental, sikap dan perilaku diantara orang-orang
di Negara-negara berbeda serta dalam organisasi-organisasi, lingkungan
organisasi, dan perbedaan-perbedaan antara budaya nasional merupakan hasil
karya seorang antropolog atau mereka yang menggunakan metode-metode
antropologi.
5. Ilmu politik
Meskipun sering diabaikan,
kontribusi ilmuwan politik signifikan dalam memahami perilaku dalam organisasi,
ilmu politik mempelajari perilaku individu dan kelompok dalam lingkungan
politik. Topic-topik penelitian spesifik disini, antara lain strukturisasi
konflik, alokasi kekuasaan, dan bagaimana orang memanipulasi kekuasaan, dan
kepentingan individu[3].
Umam,
khaerul. 2010. Perilaku Organisasi.
Bandung: Pustaka Setia.
Davis, keith dan john
w, newstrom. 1996. Perilaku dalam
organisasi. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar