Minggu, 08 Desember 2013

Perilaku Organisasi



1.      Perilaku organisasi
Perilaku organisasi adalah telaah dan penerapan pengetahuantentang bagaimana orang-orang bertindak didalam organisasi. Perilaku organisasi dapat diterapkan secara luas dalam perilaku orang-orang disemua jenis organisasi seperti bisnis, pemerintahan, sekolah, dan organisasi jasa. Apapun organisasinya pasti membutuhkan suatu perilaku organisasi[1].
2.      Tujuan memahami prilaku organisasi
            Setiap disiplin ilmu pasti memiliki tujuan. Begitu juga halnya dengan disiplin ilmu perilaku organisasi. Menurut nimran (1996), tujuan memahami prilaku organisasi adalah sebagai berikut.
1.      Prediksi
Nimran mengungkapkan keteraturan perilaku dalam organisasi memberikan kemungkinan kepada kita untuk melakukan prediksi atas prilaku-prilaku anggota organisasi pada masa yang akan datang.
2.      Eksplanasi
Tujuan kedua mempelajari perilaku organisasi adalah menjelaskan berbagai peristiwa yang terjadi dalam organisasi. Eksplanasi berarti kita akan berusaha menjawab pertanyaan “mengapa” suatu peristiwa terjadi, mengapa karyawan malas, mengapa kinerja karyawan rendah, mengapa tingkat absensi tinggi, mengapa produksi menurun, mengapa si A marah, mengapa si B murung, mengapa si C tidak bergairah? Dengan mempelajari perilaku organisasional, kita mencoba menjelaskan (memberikan jawaban) atas pertanyaan-pertanyaan seperti itu.
3.      Pengendalian
Tujuan ketiga mempelajari prilaku organisasi adalah pengendalian. Semakin banyak prilaku individu atau kelompok dalam organisasi yang dapat diprediksi dengan tepat dan dapat dijelaskan dengan baik, pemimpin organisasi semakin mudah dalam melakukan fungsi pengendalian atas karyawannya sehingga perilaku individu maupun kelompok akan menjadi positif dan focus pada pencapaian tujuan. Disisi lain, perilaku yang destruktif, bisa dihindari atau dicegah[2].
3.      Ruang lingkup perilaku organisasi
Perilaku Organisasi, sesungguhnya terbentuk dari perilaku-perilaku individu yang terdapat dalam organisasi tersebut. Oleh karena itu – sebagaimana telah disinggung diatas – pengkajian masalah perilaku organisasi jelas akan meliputi atau menyangkut pembahasan mengenai perilaku individu. Dengan demikian dapat dilihat bahwa ruang lingkup kajian ilmu perilaku organisasi hanya terbatas pada dimensi internal dari suatu organisasi. Dalam kaitan ini, aspek-aspek yang menjadi unsur-unsur, komponen atau sub sistem dari ilmu perilaku organisasi antara lain adalah : motivasi, kepemimpinan, stres dan atau konflik, pembinaan karir, masalah sistem imbalan, hubungan komunikasi, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, produktivitas dan atau kinerja (performance), kepuasan, pembinaan dan pengembangan organisasi (organizational development), dan sebagainya.
Sementara itu aspek-aspek yang merupakan dimensi eksternal organisasi seperti faktor ekonomi, politik, sosial, perkembangan teknologi, kependudukan dan sebagainya, menjadi kajian dari ilmu manajemen strategik (strategic management). Jadi, meskipun faktor eksternal ini juga memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap keberhasilan organisasi dalam mewujudkan visi dan misinya, namun tidak akan dibahas dalam konteks ilmu perilaku organisasi.
Oleh karena itu perilaku organisasi juga mempunya keterkaitan terhadap beberapa disiplin ilmu seperti:
1.      Psikologi
Psikolgi merupakan ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur, menjelaskan, dan kadang-kadang mengubah perilaku manusia. Para psikolog memfokuskan diri dalam mempelajari dan berupaya memahami perilaku individual. Mereka yang telah menyumbangkan dan terus menambah pengetahuan tentang OB adalah teoretikus pembelajaran, teoretikus kepribadian, psikologi konseling, dan yang terpenting adalah psikolog industrial dan organisasi.
Para psikolog industry dan organisasi awal memfokuskan diri untuk mempelajari masalah kelemahan, kebosanan, dan faktor-faktor lain yang relevan dengan kondisi kerja yang dapat menghalangi efisiensi kinerja kerja. Sumbangan mereka telah meluas mencakup pembelajaran, persepsi, kepribadianm emosi, pelatihan, efektifitas kepemimpinan, kebutuhan dan kekuatan-kekuatan motivator, kepuasan kerja, proses pengambilan keputusan, penilaian kerja, pengukuran sikap, teknik seleksi karyawan, desain pekerjaan, dan stress kerja.
2.      Sosiologi
Bila psikolog memfokuskan perhatiannya pada individu, para sosiolog mempelajari system sosial tempat individu-individu mengisi peran-peran mereka. Oleh karena itu, sosiologi mempelajari hubungan manusia dengan sesamanya. Secara khsus sosiolog telah memberikan sumbangan terbesar terhadap OB melalui penelitian mereka terhadap perilaku kelompok dalam organisasi, terutama organisasi formal dan rumit. Sebagian bidang dalam OB yang menerima masukan berharga dari para sosiolog adalah dinamika kelompok, desain tim kerja, budaya organisasi, teori dan struktur organisasi formal, teknologi organisasi komunikasi, kekuasaan, dan konflik.
3.      Psikologi Sosial
Psikologi sosial adalah suatu bidang dalam psikologi yang memadukan konsep-konsep, baik dari psikologi maupun sosiologi. Psikologi sosial memfokuskan pada pengaruh seseorang terhadap yang lain. Salah satu bidang utama yang banyak diteliti oleh psikologi sosisal adalah perubahan bagaimana mengimplementasikannya dan bagaimana mengurangi hambatan terhadap penerimaannya. Disamping itu, kita mendapati para psikologi sosial memberikan sumbangan signifikan dalam bidang-bidang pengukuran, pemahaman dan perubahan sikap, pola komunikasim, pembangunan kepercayaan, cara kegiatan kelompok merumuskan kebutuhan individu, dan proses-proses pengambilan keputusan kelompok.
4.      Antropologi
Antropologi adalah studi tentang masyarakat untuk mempelajari manusia dan kegiatannya. Misalnya karya antropologi tentang budaya dan lingkungan telah membantu kita memahami perbedaan-perbedaan nilai fundamental, sikap dan perilaku diantara orang-orang di Negara-negara berbeda serta dalam organisasi-organisasi, lingkungan organisasi, dan perbedaan-perbedaan antara budaya nasional merupakan hasil karya seorang antropolog atau mereka yang menggunakan metode-metode antropologi.
5.      Ilmu politik
Meskipun sering diabaikan, kontribusi ilmuwan politik signifikan dalam memahami perilaku dalam organisasi, ilmu politik mempelajari perilaku individu dan kelompok dalam lingkungan politik. Topic-topik penelitian spesifik disini, antara lain strukturisasi konflik, alokasi kekuasaan, dan bagaimana orang memanipulasi kekuasaan, dan kepentingan individu[3].




















Umam, khaerul. 2010. Perilaku Organisasi. Bandung: Pustaka Setia.
Davis, keith dan john w, newstrom. 1996. Perilaku dalam organisasi. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama.


[1] Keith davis dan john w. newstrom, 1996, Perilaku dalam organisasi, PT. gelora aksara pratama, Jakarta Hal. 5.
[2] Khaerul Umam, 2010, Perilaku Organisasi, Pustaka Setia, Bandung, hal. 36-37.
[3] Khaerul Umam, 2010, Perilaku Organisasi, Pustaka Setia, Bandung, hal 37-38.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar