Sabtu, 26 Mei 2012

RESUM BUSINESS VISIT (PENGELOLAAN DAGING LELE)

Kunjungan BUSINESS VISIT yang mengunjungi Desa wisata di Ds. Kedung bocok wetan Kec. Tarik Kab. Sidoarjo. Yang dimana di desa tersebut terdapat pembudidayaan pembesaran ikan lele. Yang awalnya sendiri-sendiri menjadi satu kelompok bapak-bapak yang dinamakan PUTRA MAKMUR dan kelompok pengolahannya ibu-ibu PUTRI MAKMUR.
 PUTRI MAKMUR adalah kelompok ibu-ibu yang mendapat pelatihan dan mempunyai inisiatif untuk mengolah daging lele yang banyak di desanya yang mana dikelolah kebayakan oleh suami mereka sendiri. Filosof nama Putri Makmurdi dapatkan dari para bapak-bapak Kelompok Bisnis ini kurang lebih berjalan selama 6 bulan lebih tepatnya lagi mereka berdiri pada tahun 2011. Awalnya ibu-ibu tersebut mendapat pelatihan dari Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo.  Pembiayaan atau investasi atau modal mereka dari iuran anggota mereka setiap Rp 5000/orang setiap pertemuan . Produk yang dihasilkan semua berbahan ikan lele seperti Baso Lele,  Abon Lele, Kerupuk Lele, Nuget Lele dan Pepes Lele.
Harga jual produk mereka sangat terjangkau, salah satunya seperti Abon lele Rp. 100.000/kg dan Kerupuk Lele Rp. 20.000/kg. Dalam kelompok ibu-ibu rata-rata berumur 30-keatas, latar belakang merekapun berbeda-beda, ada yang lulusan SD, SMP, SMA, KULIAH pekerjaan merekapun berbeda-beda. Kelompok ini terbuka untuk umum juga  Ibu-ibu tersebut merasa mempunyai banyak manfaat bisa mengikuti pelatihan dari Dinas Perikanan yang dulunya Cuma mengolah daging lele dengan olahan yang biasa-biasa sekarang menjadi olahan yang menghasilkan pundi-pundi uang.
Sejauh ini mereka memproduksi Cuma ada pesanan dan tamu saja. Pemasaranannyapun masih sederhana hanya dari mulut kemulut. Tidak seperti pembudidayaan pembesaran lelenya. Setelah diresmikannya desa mereka sebagai Desa Wisata diliput media online,maupun offline. Dari itu banyak orang yang tertarik mengunjungi desa tersebut untuk menikmati olahan lele maupun pelatihan pembudidayaan lele. Dari publikasi tersebut tidak hanya dari penjuru Indonesia saja tetapi ada juga dari negara tetangga seperti Malaysia,China,dll.
Setiap bisnis pasti mempunyai kendala , kalau di Putri Makmur ini kendala yang ada yaitu bahan baku dan tempat makan tamu. Bahan baku yang digunakan adalah lele jumbo dan kendalanya kalo menunggu lama besarnya lele dikolam sendiri bisa menghambat produksi. Jadi mereka import dari kota lain yaitu di kota Jombang. Karena yang dibutuhkan lele yang beratnya 1-1,5 kg/ekor. Kendala lain yaitu susahnya mencari tempat yang bias dijadikan tempat makan atau restoran untuk pengunjung  , andai saja kalau ada pasty akan banyak lagi yang akan mengunjungi tempat ini. Usut punya usut adanya pengunjung yang kecewa karena tidak adanya tempat makan.
Hasil dari penjualan produk olahan tersebut masuk ke kas kelompok  (balik modal) dan  sisanya juga di bagi rata dengan anggota kelompok tersebut. Jadi penghasilan anggota kelompok ini tidak menentu hanya saja dapat ketika ada pesanan atau tamu yang akan membuatkan makanan.
Harapan ibu-ibu untuk kedepan yaitu mereka ingin punya alat press buat abon lele, ingin mempunyai outlet oleh-oleh sendiri dan ingin mempunyai restauran atau rumah makan yang mnenyajikan olahan lele.
Pesan ibu-ibu terhadap wanita yang ingin menjalankan bisnis kelompok yaitu dibutuhkan kekompakan dan kesolidtannya, itu yang akan bisa membuat kelompok tetap berjalan dan lancar







ABON LELE
1.    PENDAHULUAN
Ikan Abon merupakan makanan kering yang terbuat dari siuran-siuran daging dan bumbu-bumbu. Pembuatan tidak sulit dan tidak mahal biayanya. Ikan direbus atau di kukus,kemudian di suir dicampur dengan bumbu dan digoreng sampai matang menjadi matang.
2.    BAHAN
1.    Ikan Lele (10kg)
2.    Bawang Merah (1kg). Sebanyak 750 gram dari bawang ini dijadikan bawang goreng.
3.    Bawang Putih (400gram)
4.    Bubuk Ketumbar (50gram)
5.    Lengkuas (50gram)
6.    Daun Salam (15lembar)
7.    Sereh (7 Potong)
8.    Gula Pasir (750 gram)
9.    Asam Jawa (50gram)
10.    Santan Kental (2000ml)

3.    PERALATAN
1.    Pisau dan telenan. Alat ini digunakan untuk menyiangi dan memotong ikan.
2.    Penggiling Bumbu. Alat ini digunakan untuk menggiling bumbu sampai halus.
3.    Wajan. Alat ini digunakan untuk menggoreng abon.
4.    Pemarut. Alat ini digunakan untuk memarut kelapa.
5.    Peniris Sentrifugal. Alat ini digunakan untuk mengeluarkan minyak dari abon panas yang baru digoreng.
6.    Alat Press. Alat ini digunakan untuk memeras abon panas sehingga minyak keluar.

4.    CARA PEMBUATAN
1.    Penyiangan ikan, ikan disiangi. Jeroan dan kepala dibuang. Setelah itu ikan dipotong-potong dan dicuci dengan bersih.
2.    Penyiapan siur ikan, potongan ikan yang dicuci bersih dikukus selama 1 jam. Setelah dingin, tulang ikan dibuang kemudian di suir-suir dan ditumbuk dengan pelan-pelan sehingga berupa serat-serat halus.
3.    Penyiapan bumbu dan santan. Lengkuas dan sereh dipukul-pukul sampai memar. Bawang merah (250gram) , bawang putih dan ketumbar giling halus,kemudian ditumis. Setelah agak harum ditambah santan kental, lengkuas, asam jawa, gula, daun salam dan sereh. Pemanasan diteruskan sampai mendidih dan volume santan tinggal setengahnya.
4.    Pemasakan Abon
a.    Siuran dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam santan mendidih. Sementara itu, api dikecilkan sekedar menjaga santan tetap mendidih. Pemanasan yang  disertai pengadukan dilakukan sampai suiran ikan menjadi setengah kering. Haasil yang diperoleh disebut dengan abon lembab ikan.
b.    Abon lembab ikan diangkat kemudian digoreng didalam minyak panas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar